Hasil Liga Inggris: Keajaiban Menit-menit Akhir Liverpool Tak Terjadi, Kalah Lagi Lawan Brighton

AgenBolaBonus.com – Meski pun tertinggal satu gol tapi Liverpool biasanya berhasil membalaskan gol pada menit-menit terakhir pertandingan. Namun mujizat semacam itu tidak terjadi pada Kamis dinihari (4/2) saat mereka kalah 0-1 dari Brighton, tim nomor keempat terbawah klasemen Liga Inggris, yang secara mengejutkan tampil sangat bagus.

Tim asuhan Graham Potter itu mengejutkan seluruh dunia dengan menang satu gol di Anfield pada pertandingan Kamis dinihari. Perlu diingat bahwa The Seagulls merupakan tim yang sama sekali tidak diunggulkan, yang saat kick-off dimulai masih duduk pada posisi 17 klasemen Premier League dengan 21 poin, selisih tujuh poin di atas Fulham yang berada pada ranking 18.

Namun sebenarnya kebangkitan dari Brighton sudah terlihat akhir-akhir ini dengan tim yang mengakhiri musim lalu pada ranking 15 itu mencatatkan tiga kemenangan dan satu imbang dari lima laga terkininya dan delapan kali berhasil menghindari kekalahan (4W, 4D) dari 10 pertandingan teranyarnya di semua kompetisi.

Neal Maupay dan kawan-kawan kalah dalam hal dominasi bola (61:39 persen) dari anak-anak Juergen Klopp pada pertandingan pekan 22 di Anfield Stadium tersebut, tapi coba lihat catatan statistik lainnya, khususnya menyangkut pertahanan. Brighton kurang lebih seimbang dalam hal kesempatan gol, 10 kali banding 11 kali untuk The Reds, kalah tembakan tepat sasaran satu kali banding dua bagi tuan rumah.

Penjaga gawang Robert Sanchez dari tim tamu melakukan satu kali penyelamatan. Demikian juga kiper cadangan Reds, Caoimhin Kelleher, namun selain itu ada enam kali blok dilakukan para pemain pertahanan The Seagulls, yang sungguh membuat frustrasi para pemain Liverpool.

Trent Alexander-Arnold Bersalah Untuk Gol Brighton

Anda yang memiliki kemewahan untuk melihat cuplikan gol Brighton akan melihat bahwa pemain dengan jersey No 66, Trent Alexander-Arnold, adalah pemain yang paling bersalah untuk gol kebobolan Liverpool. Ia berdiri mematung melihat sebuah umpan panjang dikirimkan dari sisi kanan lapangan, tidak berusaha mengawal Leandro Trossard di belakangnya pada posisi dekat tiang jauh. Seolah-olah itu bukan merupakan sebuah gerakan berbahaya.

Trossard sebenarnya bisa mencetak gol atas namanya karena dibiarkan bebas tapi ragu-ragu untuk melakukan serangan langsung, mungkin menyangka dirinya terkena jebakan offside pemain The Reds, menyundul bola sebagai umpan tarik ke tengah dan disambar oleh Steven Alzate. Perhatikan bahwa Trossard bahkan juga tidak merayakan gol itu, lagi-lagi menyangka wasit akan membatalkannya dengan alasan offside.

Usai gol Steven Alzate, Juergen Klopp berusaha menyelamatkan nasib timnya dengan memasukkan dua pemain sekaligus, Divock Origi dan Alex Oxlade-Chamberlain untuk menggantikan Xherdan Shaqiri dan Georginio Wijnaldum, tapi gol tak kunjung datang. Demikian juga Curtis Jones masuk selang 11 atau 12 menit sebelum peluit panjang, menggantikan Roberto Firmino.

Peluang terbaik Liverpool terjadi melalui Mohamed Salah menit 71 yang melepaskan serangan dari dalam kotak penalti tapi meleset tipis di sisi gawang dalam jarak beberapa centi saja. Setelah itu pada menit 87 satu umpan silang dari sang striker Mesir sampai ke depan gawang tapi berhasil dibersihkan oleh pemain belakang Brighton yang bermain cemerlang dalam hal pertahanan.

Dengan kekalahan ini maka pasukan Juergen Klopp gagal mengambil alih posisi ketiga klasemen dari tangan Leicester City yang beberapa jam lalu menang 0-2 di Fulham. Sebaliknya bagi skuad Graham Potter, mereka melompat ke ranking 15 dengan 24 poin, menjaga jarak 10 poin di atas zona merah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *