Thomas Tuchel Bawa Kabar Buruk Bagi Dua Bintang Chelsea

AgenBolaBonus.com – Thomas Tuchel bawa kabar buruk bagi dua bintang Chelsea, Hakim Ziyech dan Christian Pulisic.

Suasana di Stamford Bridge seketika berubah drastis hanya dalam waktu tiga pekan, dan itu semua karena pelatih asal Jerman tersebut.

Kalangan suporter Chelsea terpecah setelah klub putuskan memecat Frank Lampard bulan lalu. Sebagian dari mereka sangat kecewa, dan penunjukkan Tuchel disikapi dengan apatis. Sementara sebagian supirter lainnya mendukung perubahan itu, dan berharap The Blues bisa memastikan bahwa musim mereka belum berakhir.

Thomas Tuchel sendiri tak punya waktu untuk mendikusikan apa yang terjadi sebelumnya. Ia langsung bertugas di laga melawan Wolves – hanya 24 jam setelah ia didatangkan Chelsea. Meskipun berakhir imbang 0-0, namun Chelsea tunjukkan sinyal positif di mana hal itu mengindikasikan bahwa pelatih 47 tahun itu langsung memberikan dampaknya kepada skuad The Blues.

Jadi, saat ini sudah terbukti. Chelsea berhasil memenangkan lima pertandingan terakhir mereka di semua kompetisi, empat di antaranya terjadi di ajang Liga Premier. Mereka bisa meroket dari posisi sembilan ke urutan ke empat saat ini, dan telah melaju ke perempat final Piala FA. Skuad The Blues pun tampak lebih bersatu dan kompak.

Selain itu, Tuchel juga berhasil membuat Timo Werner kembali mencetak gol. Itu menjadi gol pertama pertama Werner dalam 15 pertandingan Liga Premier yang dilakoninya, di mana ia sukses mencetak golnya di laga melawan Newcastle awal pekan ini.

Tentu saja, itu momen yang penting. Apalagi, Werner jelas-jelas tunjukkan peningkatan performa sebelum ia mencetak gol jarak dekat di laga melawan The Magpies.

Thomas Tuchel sendiri selalu yakin, Werner akan akhiri paceklik golnya. Pemain berusia 24 tahun itu memenangkan penalti secara beruntun, di mana hal itu terbukti cukup menentukan, yakni saat Chelsea bertemu Tottenham dan Sheffield United. Selain itu, Werner juga membantu Mason Mount mencetak gol di Bramall Lane.

Werner sekali lagi terlibat di lini serang Chelsea dan,  tentu saja, hal itu sangat penting bagi tim asal London Barat tersebut.

Namun dia melakukannya tanpa bermain sebagai seorang striker ortodoks. Werner, menurut pemain itu sendiri, dimainkan sebagai ‘pemain nomor 10 di sebelah kiri’ di bawah asuhan Tuchel,dengan Olivier Giroud atau Tammy Abraham sebagai ujung tombak serangan The Blues.

Hal itu menjadi sesuatu yang kemungkinan tidak akan berubah di masa depan. Apalagi, Thomas Tuchel pun sudah mengisyaratkannya usai laga melawan Newcastle. “Kita tahu dia (Werner) suka sedikit menyimpang ke lini sayap, antara bek saya dan bek tengah. Jadi, kami mencoba membawanya ke posisi ini, posisi yang dia suka, untuk bermain di samping pemain lain seperti Tammy dan Oli,” ujar Tuchel.

“Kami ingin menghindari tekanan di posisi tengah lapangan, jadi kami turunkan Mason di sebelah kanan dan Marcos (Alonso) lebih di dalam untuk menjaga Timo tetap berada di posisi yang tinggi serta menggunakan kecepatannya dalam bermain. Hal itu bekerja dengan bagus di babak pertama, tapi di babak kedua kekurangan presisi,” tambah Tuchel, seperti Football.London.

“Saya pikir, dia juga bisa bermain sebagai striker lain, barangkali kadang-kadang sebagai pemain nomor sembilan, jika dia cukup pintar dalam memanfaatkan kecepatan dan larinya. Tapi posisi favorit dan kekuatan terbesarnya mungkin kelihatan, jika dia bermain sedikit keluar, yakni ke sebelah kiri,” ungkapnya.

Kenyamanan dan kepercayaan diri Werner tentunya menjadi hal penting bagi Chelsea. Setelah tandang ke Southampton akhir pekan ini, skuad Thomas Tuchel akan hadapi rentetan jadwal di Liga Premier maupun Liga Champions yang mungkin akan menentukan musim mereka. Werner pun akan menjadi pemain kunci bagi timnya untuk mencari hasil positif.

Diakui Tuchel, agar Werner bisa berkembang maka dia butuh striker lain untuk mendukungnya dan menciptakan ruang. Dengan demikian, hanya akan ada satu posisi lain di lini depan yang tersedia, di mana saat ini posisi itu dipercayakan Tuchel kepada Mason Mount yang tampil gemilang di bawah asuhan pelatih tersebut.

Mengantri di belakang pemain interanasional Inggris itu adalah Christian Pulisic, Hakim Ziyech dan Kai Havertz. Callum Hudson-Odoi juga akan berkompetisi di posisi ini, kalau saja dia tak dikemas ulang Tuchel sebagai bek sayap.

Belanja Chelsea yang boros pada musim panas lalu memang menyenangkan, namun sekarang klub itu kebanjiran pemain yang sama-sama memiliki bakat menyerang. Jika Frank Lampard tak mudah dalam meracik skuadnya, Thomas Tuchel pun mengalami masalah sama.

Dalam enam pertandingan, baik Ziyech maupun Havertz masing-masing baru bermain dua kali, meskipun Havertz tak tampak dalam empat pertandingan terakhir karena cedera misterius yang dialaminya dalam latihan.

Sementara Pulisic, sudah bermain dalam empat pertandingan di bawah asuhan Tuchel. Namun, hanya satu kali pemain internasional Amerika Serikat ini diturunkan sebagai starter, dan itupun terjadi di laga melawan Barnsley di Piala FA.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *